Cara Memulai Bisnis Online di Tahun 2020

Cara Memulai Bisnis Online di Tahun 2020

Bisnis online memang sangat menggiurkan. Tidak perlu toko fisik sudah bisa berjualan hanya dengan menggunakan toko online atau sosial media. Soal modal bisa ajukan kredit dari beberapa lembaga keuangan yang sudah melek dengan usaha toko online yang menjanjikan.

Jadi, tidak heran jika ada banyak orang yang mencoba terjun dalam bisnis online. Nah, untuk memulai bisnis online di tahun 2020 sebetulnya tidak susah namun tidak mudah juga. Ada beberapa hal  yang perlu dipikirkan dan dipertimbangkan.

Berikut ini adalah cara memulai bisnis online di tahun 2020 dengan mudah:

  1. Pahami Kebutuhan Pasar

Formula pertama yang harus dipertimbangkan adalah pahami apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bisa barang-barang yang spesifik atau barang-barang yang sudah umum. Hanya saja, jika sama-sama menjual barang yang sudah ada di pasar online, artinya persaingan pun makin ketat.

Berbeda jika barang yang dijual benar-benar eksklusif dan hanya kita saja yang memiliki barangnya. Atau bisa juga barang tersebut memang terbatas tetapi potensi pasarnya masih cukup luas.

  1. Duplikasi Kesuksesan Orang Lain

Jangan sungkan dan belajar dari yang lebih mudah sekalipun. Ada banyak ilmu jualan online yang diberikan secara bebas dan terbuka baik melalui blog maupun channel Youtube. Misalnya seperti channel Christina Lie yang rajin mengulik beberapa ilmu atau cara jualan online dari beberapa pakarnya.

Bisa juga dengan meniru apa yang sudah dijual oleh teman yang sukses jualan online. Potensi untuk berkolaborasi pun tak menutup kemungkinan untuk meningkatkan target penjualan. Intinya jangan pernah ragu dan malu belajar kepada siapapun.

  1. Riset Kekuatan Kompetitor

Salah satu kekuatan dalam jualan online bukan hanya jaringan distributor saja, tetapi juga kekuatan modal. Pasalnya jualan online memang lekat dengan “bakar duit” gencar menawarkan promo dan diskon dengan mendapatkan brand awareness dan traffic yang tinggi hingga kemudian diakuisisi.

Tetapi, market Indonesia biasanya akan lebih cepat berpaling jika ada diskon yang lebih tinggi. Nah, disinilah pentingnya melakukan riset seberapa besar kekuatan kompetitor mulai dari strategi pemasaran hingga modalnya.

Paling penting sebenarnya adalah menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Karena dengan modal kepercayaan itulah pelanggan biasanya akan melakukan pemesanan ulang atau repeat order. Artinya, semua kembali lagi pada pelayanan.

  1. Produksi Sendiri atau Supplier yang Komitmen

Sebagai pemula biasanya akan mencari barang dari orang lain dulu. Nah, lambat laun biasanya untuk mendapatkan margin profit yang lebih tinggi, akan memulai memproduksi sendiri. Bukan berarti produksi sendiri tidak ada tantangan dan risikonya.

Oleh karena itu, sebagai pemula lebih baik mendapatkan barang dari supplier terlebih dahulu agar bisa lebih fokus dalam berjualan tanpa harus memikirkan kualitas barang. Karena ranah kualitas barang akan menjadi fokus utama produsen atau supplier yang memasok barang.

  1. Membuat Brand yang Mudah Diiingat

Jangan pernah berpikir bahwa brand tidak berpengaruh terhadap promosi. Justru brand punya pengaruh yang signifikan. Mulai dari memilih nama, logo, hingga kemasan. Tidak masalah jika mengambil barang dari orang lain dengan menggunakan brand sendiri.

Di sinilah keuntungan jualan online karena kita bisa menggunakan brand sendiri. Ujungnya pada akhirnya bisa saja dikembangkan dengan memproduksi barang sendiri. Dengan begitu, cepat atau lambat pada akhirnya semua proses akan ditangani sendiri demi meningkatkan kualitas dan pelayanannya.

Salah satu yang sering kali menjadi kendala dalam membuka usaha online adalah modal. Padahal saat ini cukup banyak fintech yang menawarkan layanan pinjamannya untuk digunakan sebagai modal usaha, salah satunya seperti Kredivo.

Kredivo sudah terdaftar secara legal dan diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kredivo bisa diunduh melalui Google Play Store maupun App Store dengan sangat mudah.

Syarat Mendaftar Menjadi Member Kredivo

Mengajukan kredit melalui Kredivo sangatlah mudah. Cukup gunakan aplikasi saja. Daftar dulu dengan memenuhi persyaratan wajib berikut ini:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  4. Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Penuhi dulu prasyarat tersebut, agar bisa mendapatkan kemudahan dalam proses persetujuan permohonan kredit usaha lewat Kredivo.

Untuk bunga pinjaman maupun belanja online yaitu 2.95 % per bulan. Sementara untuk besaran pinjaman akan dikenakan biaya admin di muka sebesar 6% dari total dana yang dipinjam. Misalnya jika meminjam Rp1 juta, akan dipotong di muka sebesar Rp60 ribu. Sehingga dana yang akan ditransfer sebesar Rp960 ribu.

Pilihan tenor sangat bervariasi mulai dari 30 hari, 3 bulan, dan 6 bulan. Sementara jika digunakan untuk belanja online, periode cicilannya bisa hingga 12 bulan. Informasi tenor dapat diketahui lewat aplikasi Kredivo. Malahan ada simulasi pembayaran saat akan ingin ajukan kredit pinjaman usaha atau untuk belanja online.

Kredit limit yang diberikan Kredivo hingga Rp30 juta sesuai dengan kondisi keuangan calon debitur. Semakin besar kredit limit yang diberikan, semakin banyak layanan yang bisa dimanfaatkan seperti bayar berbagai tagihan dalam satu akun, belanja online tanpa bunga dengan pembayaran dalam 30 hari, hingga pinjaman jumbo dan pinjaman mini mulai dari Rp500 ribu.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulai usaha bisnis online dengan langkah yang mudah di tahun 2020. Jika butuh modal dengan memanfaatkan pinjaman online, pahami cara kerjanya, bunga, admin, serta tenornya. Fintech yang terdaftar di OJK harus memberikan informasi secara transparan kepada calon debiturnya.

Tertarik dengan kelebihan yang ditawarkan Kredivo? Unduh saja aplikasi resminya, lakukan pendaftaran, tunggu persetujuan, lalu ajukan pinjamannya dengan mudah.